Ada Apa dengan Pasar Kemirimuka? Kok Tak Kunjung Dieksekusi

Pasar Kemirimuka di wilayah Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.(Foto: DepokToday, hen)

POLEMIK Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, hingga kini masih anti klimaks. Padahal, Pengadilan Negeri (PN) Depok sudah memutuskan delapan kali sidang untuk kemenangan PT Petamburan Jaya Raya atas Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Eksekusi pasar pun jadi ngaret. Sedianya bisa dilakukan pada Juni-Juli 2019, namun hingga kini tak kunjung terlaksana.

“Seharusnya pembacaan deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka dilakukan pada bulan Juni atau Juli lalu,” ungkap Efendi Gani, salah satu pemerhati Pasar Kemirimuka, kepada wartawan, belum lama ini.

Namun, kata dia, hal itu batal dilakukan oleh tim dari Pengadilan Negeri Kota Depok karena adanya pedagang yang melakukan aksi demo.

“Ya seharusnya Pengadilan Negeri Kota Depok harus tetap melakukan pembacaan deklarasi eksekusi, namun kenapa ditunda. Ini yang kami sayangkan,” katanya.

Kabar beredar, ditundanya pembacaan deklarasi eksekusi karena adanya perhelatan Pileg dan Pilpres 2019.

Jika eskeskusi dilakukan maka bisa mengganggu stabilitas keamanan di Kota Depok. “Seharusnya kegiatan deklarasi eksekusi tetap berjalan,” tandasnya.

“Disini sudah jelas bahwa deklarasi eksekusi harus dilakukan tim Pengadilan Negeri Kota Depok, jika tidak dilakukan malah bisa merusak nama atau citra dari PN itu sendiri,” tambahnya.

Efendi sudah mendengar tentang adanya pedagang Pasar Kemirimuka yang mendukung pembacaan deklarasi eksekusi.

Menurutnya, ada pedagang yang sudah memberikan dukungan terhadap deklarasi eksekusi, artinya tidak ada lagi pedagang yang menolak deklarasi.

“Dan seharusnya sikap itu disambut pihak PN Depok untuk mengambil sikap untuk melakukan pembacaan deklarasi eksekusi,” paparnya.

“Kami rasa pedagang sudah lelah dan bosan dengan masalah Pasar Kemirimuka karena dalam sidang di PN selalu kalah 8-0 sehingga mereka mendukung deklarasi eksekusi,” Efendi menambahkan.

Sementara itu, tim 10 Pasar Kemirimuka, Ahmad Musadad, menambahkan,
para pedagang di Pasar Kemirimuka, tidak merasa keberatan jika pasar Kemirimuka dikelola dan direnovasi oleh pihak PT Petamburan Jaya Raya.

“Kami para pedagang Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji merasa sudah sadar bahwa lahan Pasar Kemirimuka milik PT Petamburan Jaya Raya sesuai keputusan Pengadilan Negeri Kota Depok,” jelasnya.

Musadad juga mengakui bahwa tidak ada pedagang yang melakukan penolakan deklarasi eksekusi Pasar Kemirimuka.

“Untuk sepatutnya kami minta kepada PN Depok untuk segera melakukan deklarasi eksekusi di lokasi Pasar Kemirimuka,” imbuhnya.

“Jadi, enggak benar itu kalau ada pedagang yang menolak deklarasi, semua pedagang kami nilai sudah sadar betul akan kepemilikan lahan Pasar Kemirimuka,” sambungnya lagi.

Dikatakannya, apabila PN Depok melakukan deklarasi eksekusi, maka Pasar Kemirimuka bisa direvitalisasi sehingga kondisinya menjadi lebih aman dan nyaman.(aji)