Acap Kali Bermasalah, Imam Budi Bakal Merapihkan Data Masyarakat Miskin di Depok

Manusia silver (Foto: Istimewa)
Manusia silver (Foto: Istimewa)

DepokToday – Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menyebut bakal merapihkan data masyarakat miskin di Depok. Pasalnya, saat ini terjadi perbedaan data antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Selama ini data yang ada dari Disdukcapil dengan Badan Pusat Statistik acap kali mengalami perbedaan. Itu akan menjadi sumber permasalahan tersendiri,” kata Imam saat memimpin rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dikutip situs resmi Pemkot Depok, Rabu 6 Oktober 2021.

Imam menginginkan adanya akses data terpadu terkait pananggulangan kemiskinan di Kota Depok. “Kedepan saya bersama Pak Wali sudah sepakat untuk membereskan data di Kota Depok yang tidak sesuai, tentunya sesuai dengan arahan pusat,” kata Imam.

Baca Juga: Prihatin, Baim Wong Ingin Berdayakan Sejumlah Warga Miskin Depok

Imam berharap, ke depan data masyarakat miskin di Kota Depok hanya mengacu pada data yang disampaikan oleh Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial RI.

Karena, dengan begitu optimalisasi data warga kurang mampu dapat terdata dengan maksimal.

“Kerena ini menjadi base data pemerintah pusat yang real melalui Kementerian Sosial terkait masalah sosial selama ini,” kata Imam.

Sementara itu, Kepala Badan Perencaaan Pembangunan dan Pengembangan Penelitian (Bappeda) Kota Depok, Dadang Wihana menuturkan, Pemerintah Kota Depok telah mengeluarkan sejumlah kebijakan penangulangan kemiskinan.

Diantaranya penggunaan satu data kemiskinan, integrasi program penanggulangan kemiskinan berbasis sasaran dan kewilayahan dengan menitikberatkan pada peningkatan Human Development Index (HDI).

Kemudian, penguatan program Kartu Depok Sejahtera (KDS) terintegrasi. Pemberdayaan ekonomi melalui program padat karya ekonomi dan investasi daerah yang dapat menyerap tenaga kerja lokal.

“Ada pula kerja sama Hepta Helix dan menggali sumber-sumber pembiayaan non APBD serta ada pula replikasi program-program sukses penanggulangan kemiskinan,” jelasnya. (ade/*)