7.657 APK Dipasang Sembarangan

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Depok, Dede Selamet Permana (Istimewa)

MARGONDA- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok mencatat, ada sebanyak 7.657 Alat Peraga Kampanye (APK) yang terpaksa dicopot karena melanggar aturan. Ironisnya lagi, kebanyakan terpampang di fasilitas umum.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Depok, Dede Selamet Permana menyebut, ribuan APK itu didapat selama pengawasan satu bulan masa kampanye calon kepala daerah (Calkada).

“Penertiban tahap pertama ini menyasar APK dengan resiko pelanggaran skala rendah dimana di pasang pada sarana publik,” katanya, Jumat 6 November 2020

Adapun sarana publik yang dimaksud, jelas Dede, di antaranya, pohon, tiang listrik serta sarana privat, seperti pagar rumah tanpa seizin pemiliknya.

“Tercatat ada 7.657 APK ditertibkan oleh Bawaslu dan SatpolPP. APK itu terdiri dari jenis banner, baliho, dan spanduk,” jelasnya

Menarik Lainnya: Bawaslu Depok Periksa Tiga ASN Usai Hadiri Kampanye

Kemudian, Bawaslu juga menerima laporan terkait netralitas ASN.

“Kalau yang dilaporkan diduga terlibat aktif ada tiga orang. Mereka dilaporkan karena disebut hadir dalam kampanye,” ujarnya

Meski begitu, Dede mengaku belum bisa banyak berkomentar karena laporannya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

“Masih berlangsung (penyelidikannya), jadi belum bisa banyak cerita. Tapi yang jelas point utamanya adalah diduga beliau-beliau ini hadir dalam kampanye,” jelasnya

Jika terbukti melanggar, kata Dede, maka temuan tersebut akan diteruskan pada pihak yang berwenang, yakni Komisi ASN di pemerintah daerah.

“Kami sifatnya hanya meneruskan, memberikan rekomendasi terkait apa saja yang catatan pelanggaran. Kalau sanksi bukan dari Bawaslu, tapi dari Komisi ASN.” (rul/*)