635 Pemudik Terjaring Penyekatan di Kota Depok, Ada yang Reaktif

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok bersama aparat terkait melakukan pemeriksaan rapid test antigen pada para pemudik yang kembali ke Kota Depok. (Foto: Depoktoday.com)
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok bersama aparat terkait melakukan pemeriksaan rapid test antigen pada para pemudik yang kembali ke Kota Depok. (Foto: Depoktoday.com)

DEPOK- Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 bersama aparat terkait telah melakukan pemeriksaan rapid test antigen pada sekira 635 pemudik yang melintas di posko penyekatan Kota Depok.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, menyebutkan, jumlah tersebut adalah data pemeriksaan pada dua hari terakhir.

“Totalnya selama dua hari, ada 635 warga yang di rapid test di dua pos sekat yaitu di Cilangkap dan Bojongsari,” katanya dikutip pada Rabu 19 Mei 2021.

Dari 635 pemudik yang menjalani pemeriksaan tersebut, ada tiga orang yang dinyatakan reaktif COVID-19.

“Selanjutnya untuk reka yang reaktif wajib menjalani isoman (isolasi mandiri) di rumah masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga: Polisi Bakal Jemput Pemudik yang Belum Rapid Test Antigen  

Selain di posko penyekatan, Pemerintah Kota Depok juga gencar melakukan penyisiran pada warga yang baru pulang mudik dengan sistem operasi yustisi. Mereka selanjutnya diarahkan ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan rapid test antigen.

“Hasil penyisiran dari puskesmas hingga kemarin terlapor 34 orang dimana 6 orang reaktif,” katanya.

Pemeriksaan di Terminal Kota Depok

Lebih lanjut Dadang mengatakan, selain kendaraan pribadi, pemeriksaan juga berlaku pada kendaraan umum, termasuk yang ada di kawasan Terminal Jatijajar, Kota Depok.

“Iya kami melakukan monitoring termasuk satu pintu masuk di Terminal Jatijajar karena sudah mulai dibukan sejak kemarin. Kemungkinan ada pemudik yang lewat sana sehingga dibentuk posko bersama,” jelasnya.

Dadang menambahkan, untuk pemeriksaan di Terminal Jatijajar, dilakukan dengan dua mekanisme yaitu dengan genose dan rapid antigen.

Untuk kedatangan malam hari pemudik akan menjalani genose test oleh petugas BPTJ. Sedangkan kedatangan siang hari akan dilakukan rapid test antigen oleh Dinas Kesehatan. “Seluruh pemudik atau pendatang wajib test.” (rul/*)