63 Orang Dibawa ke Ambulans Saat Rayakan Pesta Tahun Baru di Depok

Kepala SatpolPP Depok, Lienda Ratna Nurdianny pimpin operasi penertiban malam tahun baru (Istimewa)

BEJI- Imbauan pemerintah dan aparat untuk tidak merayakan malam pergantian tahun dengan cara berkerumun nampaknya masih belum dipahami oleh sebagian besar masyarakat. Seperti yang terjadi di Kota Depok.

Sejumlah petugas gabungan yang menggelar patroli di kota itu masih menemukan kerumunan warga di sejumlah titik, di antaranya di kawasan Grand Depok City atau GDC, Citayam, Jalan Arif Rahman Hakim, Cinere, Jalan Raya Bogor dan beberapa kafe di Beji.

Baca Juga: Depok Catat 1.263 Kejahatan Terjadi Sepanjang 2020

Warga yang kedapatan tak mengenakan masker langsung digiring ke mobil ambulans untuk menjalani rapid test oleh tim medis pada Kamis malam, 31 Desember 2020.

“Total ketika malam itu ada sekira 63 orang yang kami bawa ke ambulans untuk di rapid test COVID-19,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny dikutip pada Sabtu 2 Januari 2021

Tak hanya itu saja, petugas juga mendapati sejumlah warga yang berkerumun untuk membeli minuman beralkohol, salah satunya di wilayah Sukmajaya.

“Malam tahun baru kami juga menyita sejumlah minuman beralkohol dan membawa beberapa orang untuk dirapid test. Hasil pemeriksaan mereka yang dirapid negatif semua,” ucap Lienda

Sementara itu, Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah menuturkan, ada 29 titik yang dilakukan pengawasan karena berpotensi menjadi titik kumpul masyarakat yang melaksanakan perayaan malam pergantian tahun.

“Dari patroli kami temukan ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat berkerumun, maka langsung kami imbau masyarakat untuk membubarkan diri.”

Upaya pencegahan adanya aktivitas berkumpul pada pergantian tahun, kata Azis penting dilakukan karena sampai saat ini masih dalam situasi pandemi COVID-19. Kebijakan ini (larangan berkerumun) telah diinstruksikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

“Sementara kita ketahui bahwa Depok belum bebas pandemi, bahkan masih zona merah,” jelasnya

Maka dengan ikhtiar atau niat untuk melindungi seluruh warga masyarakat, kata Azis, maka pihaknya bersama stakeholder yang ada, memiliki kewajiban untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan dengan tujuan mencegah penyebaran COVID-19

“Maka kita kurangi kegiatan masyarakat yang berpotensi berkerumun ya, keramaian dan kegiatan-kegiatan yang lain yang berpotensi menjadi semakin meluasnya penularan COVID 19.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here