59 SMK Ikuti Pelatihan SPMI

Suasana pelatihan Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI).(DepokToday/Eru)

CILANGKAP-Sebanyak 59 SMK se-Kota Depok mengikuti pelatihan Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) di Wisma Kinasih, Jalan Raya Cilangkap-Cibinong, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Rabu-Kamis (22-23/1/2020).

Acara yang dibuka oleh Kooordinator Pengawas H. Waluyo ini dihadiri Pengawas H. Dadi dan H. Dadan, Pemateri Hj. Imas, serta para peserta yang terdiri dari unsur kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan kepala program.

Ketua Panitia Pelatihan, Adi Gusnadi mengutarakan tujuan diselenggarakannya pelatihan ini adalah agar seluruh SMK di Kota Depok dapat memenuhi delapan Standar Nasional Pendidikan, yakni Standar Isi, Proses, Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan Pendidikan, serta Penilaian Pendidikan.

“Tingkatan setiap sekolah dalam delapan standar tentunya berbeda. Namun demikian diharapkan sekolah bisa terus meningkatkan standarnya demi mewujudkan kualitas pendidikan yang semakin baik, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan,” ujar Adi.

Lebih lanjut diutarakannya, 59 SMK yang mengikuti kegiatan ini adalah SMK yang berada di wilayah Kecamatan Cipayung, Tapos, Cilodong, Panmas, Beji, dan Limo.

“Ada 59 SMK dengan 177 peserta dalam pelatihan ini. SMK yang ikut adalah yang berada di bawah pengawasan H. Dadi dan H. Dadan,” tuturnya.

Pelatihan ini, katanya lagi, terlaksana berkat inisiasi LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan), yang berada di bawah Kementerian Pendidikan.

“Pemerintah ingin penjaminan mutu di semua sekolah. Karena itulah, pelatihan perlu dilaksanakan agar sekolah mampu mengimplementasikan delapan standar mutu. Targetnya pada tahun ini setiap SMK sudah SPMI,” katanya.

Adapun materi dalam pelatihan ini adalah dari pengawas berkaitan dengan Gerakan Literasi Sekolah dan Penguatan Pendidikan Karakter. Sedangkan dari narasumber, yaitu Raport Mutu dan analisis data, konsep SPMI, Pemetaan Mutu, Perencanaan Pemenuhan Mutu, Pelaksanaan dan Monitoring, Menyusun Strategi Peningkatan Mutu, Praktik Implementasi SMPI, Tim Pengembangan dan Monev.

“Harapannya setelah adanya pelatihan ini SMK di Kota Depok akan semakin meningkat dari segi mutu, sehingga menciptakan lulusan-lulusan yang berkualitas dan siap masuk dalam dunia kerja,” harapnya.

Kepala SMK Al Muhtadin, Sahadi menambahkan banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan pelatihan tersebut, diantaranya msnambah wawasan sekolah dalam upaya implementasikan SMPI.

“Melalui pelatihan ini, sekolah diharapkan mampu menerapkan standar-standar SMPI, baik yang cakupannya besar maupun kecil, sehingga berimbas pada kualitas sekolah yang lebih baik. Dengan begitu, ini akan menjadi daya jual bagi sekolah dan tingkat kepercayaan makin meningkat untuk menitipkan anaknya di sekolah tersebut,” katanya.(eru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here