55 Persen Warga Depok Sembuh dari Covid

Rapid test massal di Depok, beberapa waktu lalu.(istimewa)

MARGONDA– Jumlah orang yang sembuh dari infeksi Covid-19 di Kota Depok terus bertambah. Data Gugus Tugas setempat mencatat, mereka yang berhasil pulih dari virus tersebut saat ini meningkat hingga 329 orang pada Senin, 8 Juni 2020.

“Alhamdulillah, adapun kasus konfirmasi yang sembuh hari ini bertambah 3 orang dengan total saat ini 329 orang atau 55,48 persen dari seluruh kasus positif yang ada di Depok,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana

Terkait hal itu, dirinya pun mengatakan, angka kesembuhan yang terus bertambah saat ini menjadi harapan semua pihak. “Maka dari itu diharapkan seluruh warga masyarakat memberikan dukungan kepada warga yang terdampak Covid-19, baik berupa dukungan moril, motivasi, maupun doa kesembuhan,” tuturnya

Namun demikian, kasus terkonfirmasi positif juga masih bertambah. Saat ini, jumlah orang yang terinfeksi positif Covid naik 11 kasus, menjadi 593 orang.  Sedangkan untuk jumlah terkonfirmasi positif yang meninggal dunia sampai dengan hari ini tidak ada penambahan kasus, masih sama dengan sebelumnya, yakni 30 orang.

Selain data diatas tadi, pemerintah setempat juga mencatat kasus terbaru pada sejumlah kategori. Di antaranya, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah 2 kasus dengan total mencapai 1.911 orang. Selesai pemantauan 1.298 orang.

Kemudian, mereka yang masih dalam pemantauan 613 orang. Berikutnya, untuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) naik 4 kasus, menjadi 3.802 orang. Terkait angka itu, selesai pemantauan 3.018 orang. Dan mereka yang masih dalam pemantauan terkait kasus itu 784 orang.

Selanjutnya, kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meningkat 6 kasus, menjadi 1.455 orang. Kemudian mereka yang selesai pengawasan untuk kasus itu 1.065 orang.

Masih terkait angka tersebut, jumlah orang dalam pengawasan 390 orang. Sedangkan untuk PDP yang meninggal dunia 91 orang.

Namun demikian, status PDP merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena masih harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI.

“Diharapkan tidak ada yang memberikan stigma negatif kepada warga dan keluarga terdampak,” kata Dadang. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here