500 Hari Menuju Piala Dunia Qatar, Ini yang Dijanjikan Sang Tuan Rumah

Trofi Piala Dunia.(Foto: Twitter Piala Dunia 2022)
Trofi Piala Dunia.(Foto: Twitter Piala Dunia 2022)

DOHA—Tinggal 500 hari lagi sebelum Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk kali pertama berlangsung di Timur Tengah dan dunia Arab.

Turnamen edisi ke-22 akan dimulai pada 21 November 2022, ketika Qatar—sang juara bertahan Piala Asia—melakoni pertandingan pembuka di Stadion Al Bayt berkapasitas 60.000 kursi di Kota Al Khor.

Qatar akan menjadi tuan rumah versi turnamen yang paling kompak dalam sejarah modern.

Kedelapan stadion berada dalam jarak 50 km dari pusat Doha, sementara penggemar, pemain, dan ofisial akan dapat tinggal di satu akomodasi selama acara berlangsung.

DIBACA JUGA: Ini Hasil Pembagian Grup Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia

Piala Dunia Qatar 2022 akan ditutup dengan pertandingan final di Stadion Lusail berkapasitas 80.000 kursi pada 18 Desember 2022, yang juga merupakan Hari Nasional Qatar.

Ini menjanjikan untuk menjadi festival sepak bola yang tiada duanya dengan semua orang selalu berada di tengah-tengah aksi dan tidak pernah jauh dari stadion, zona penggemar, atau objek wisata.

Nasser Al Khater.(Foto: Qatar2022.qa)
Nasser Al Khater.(Foto: Qatar2022.qa)

CEO Piala Dunia Qatar 2022 LLC, Nasser Al Khater, berbicara tentang kebanggaan negaranya menjadi tuan rumah acara olahraga tunggal terbesar di dunia ini.

“Lima ratus hari lagi berarti kita sudah sangat dekat,” kata Al Khater disitat afc.com, Jumat 9 Juli 2021.

“Sudah 10 tahun dibuat dan ini akan menjadi peristiwa terbesar yang pernah terjadi di Timur Tengah. Ini akan menyatukan kawasan dan menjadi momen kebanggaan dalam sejarah dunia. Saat kami semakin dekat dengan turnamen, kami yakin kegembiraan akan semakin meningkat,” tambahnya.

DIBACA JUGA: Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Al Khater yakin jejak turnamen yang kompak adalah salah satu nilai jual unik Qatar bagi para penggemar, saat mereka mulai merencanakan perjalanan mereka ke negara itu.

“Sifat kompak mungkin adalah aspek paling positif dari Piala Dunia ini. Bagi penggemar, mereka tidak perlu mengikuti tim mereka dari kota ke kota, yang berarti akan ada penghematan biaya yang signifikan dan berarti mereka akan memiliki waktu untuk menikmati suasana dan menikmati apa yang ditawarkan Qatar,” jelasnya.

Dia menerangkan, Piala Dunia 2022 di Qatar merupakan peristiwa penting bagi negaranya.

“Ini peristiwa penting bagi kami. Ini akan menyatukan dunia Arab untuk turnamen penting diadakan di bawah payung FIFA untuk pertama kalinya. Ini akan menjadi kesempatan besar untuk melihat stadion baru beraksi dan mempersiapkan diri untuk Qatar 2022,” paparnya.

DIBACA JUGA: Sampai Jumpa Lagi di Piala Eropa 2024 di Jerman

Al Khater juga menguraikan komitmen warisan Qatar, khususnya dalam kaitannya dengan pengembangan stadion.

“Sejak awal, warisan telah berada di garis depan pikiran kami dengan rencana kami diperhitungkan selama fase desain awal,” jelasnya.

Kata dia, beberapa stadion akan dikurangi kapasitasnya, dengan kursi disumbangkan untuk membantu pengembangan infrastruktur olahraga di negara lain.

Beberapa stadion akan digunakan kembali, sementara satu [Ras Abu Aboud] akan benar-benar dibongkar, dengan bagian-bagiannya digunakan untuk membuat fasilitas di Qatar dan luar negeri,” ungkap Al Khater.

(tdr/*)