500 Buruh Depok Jadi Korban PHK

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno. (Istimewa)

MARGONDA- Sebanyak 500 pekerja di Kota Depok, menjadi korban pemutusan hubungan kerja atau PHK. Kondisi memperihatinkan itu terjadi selama setahun pandemi COVID-19.

Baca Juga: Upah Tak Dibayar, Buruh Ancam Pidanakan Bos PT Tang Mas

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno menyebut, selain kehilangan pekerjaan, hak mereka pun ada yang belum diselesaikan oleh pihak perusahaan.

“Sebagian sudah ada yang selesai (mendapatkan haknya) tapi banyak juga yang enggak,” tuturnya pada Selasa 9 Maret 2021

Tak hanya PHK, Wido juga menyebut ada banyak pekerja yang terpaksa dirumahkan tanpa keputusan yang jelas.

“Yang PHK saja sekira 300-500 orang. Kalau yang dirumahkan bisa sampai 2.500-an orang,” katanya

Menurut catatan Wido, mereka yang terimbas rata-rata adalah pekerja garmen, dan pekerja hotel.

“Pekerja hotel paling banyak dirumahkan, kalau yang PHK habis kontrak. Kalau yang karyawan tetap, kalau habis kontrak kan PHK juga, itu lebih banyak lagi sebenarnya.”

Terkait hal tersebut Wido mengaku telah mencoba melakukan berbagai upaya, di antaranya dengan berkoordinasi pada Dinas Tenaga Kerja Kota Depok dan beberapa pihak terkait lainnya.

“Kalau anggota serikat pekerja kami kami perjuangkan dan alhamdulillah mendapatkan haknya. Hanya saja, banyak saudara-saudara kita yang di hotel kan tidak berserikat,” ujarnya (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here