41 Penghuni Panti Asuhan di Depok Terpapar COVID-19

Jubir Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana (Istimewa)

PANCORAN MAS- Puluhan penghuni panti asuhan di kawasan Jalan Kamboja, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, tempat tersebut terpaksa ditutup sementara waktu.

Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan terkait kasus itu pada Senin 18 Januari 2021.

“Laporan terkait dengan adanya  yang di panti hasil rapid tes antigennya positif. Kami mengambil langkah langkah dari semalam, kita lakukan koordinasi dengan pihak yayasan, untuk mengambil langkah tindakan,” ujarnya, Selasa 19 Januari 2021

Baca Juga: Pejabat Depok, Yayan Ariyanto Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Tim satgas sudah melakukan mitigasi di yayasan tersebut dengan metode penyemprotan disinfektan.

“Kami juga sudah melakukan screening yang terpapar, misalnya ada yang positif dan juga reaktif pada saat rapid tes antigen dilakukan swab PCR dan difasilitasi oleh kita untuk memastikan terkait dengan kondisi penularan COVID-19,” katanya

Dadang juga mengatakan, satgas kota juga sudah menyalurkan kebutuhan logistik penghuni yayasan. “Secara logistik mereka sudah siap sebetulnya, tapi dari kami satgas pemerintah kota juga memberikan itu,” tuturnya

Selain mitigasi, juga dilakukan pemantauan oleh puskesmas.

“Karena yayasan tersebut kita fungsikan sebagai tempat isolasi mandiri untuk yang ada di panti itu,” kata Dadang

Berdasarkan hasil tes rapid antigen yang dilaporkan, ada 40 anak dan satu pengasuh terkonfirmasi positif. Menurut informasi yang didapat sementara, kemungkinan mereka terpapar dari pekerja bangunan.

“Kemungkinan ya, kemungkinan besar. Karena informasi dari pengurus bahwa ada renovasi bangunan. Ternyata hasil PCR-nya terhadap dua pekerja tersebut dinyatakan positif.”

Untuk menekan penyebaran COVID-19, maka petugas terpaksa menutup sementara yayasan tersebut.

“Iya kita lakukan lockdown, mereka tidak boleh keluar, dilakukan mitigasi. Jadi saat ini untuk pengawasan di lapangan oleh puskesmas untuk kesehatannya, lalu untuk hal lain itu oleh camat,” ucap Dadang

Dan untuk memastikan kondisi para penghuni panti tersebut, tim satgas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan menggunakan metode swab PCR yang hasilnya akan dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah atau Labkesda.

“Kalau Labkesda mungkin 2-3 hari, kalau BPTKLB mungkin 3-4 hari,” kata Dadang (tdr/rul/*)