31 Warga Depok Sembuh dari Corona

Rapid test di Depok (istimewa)

MARGONDA– Pemerintah Kota Depok kembali mengumumkan kabar bahagia lantaran jumlah pasien yang sembuh dari infeksi virus Corona (Covid-19), di kota itu mulai terus bertambah. Berdasarkan data saat ini, pasien yang berhasil pulih naik dari 29 orang, menjadi 31 orang pada Selasa, 28 April 2020

Sedangkan jumlah pasien positif saat ini hanya bertambah satu kasus dari 255 orang, menjadi 256 orang. Untuk korban meninggal dunia dengan status positif Corona masih bertahan di angka 18 orang. Selain data tersebut, pemerintah setempat juga mencatat data terbaru pada sejumlah kategori.

Di antaranya, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) dari 951 orang menjadi 998 orang. Selesai pemantauan 215 orang. Kemudian mereka yang masih dalam pemantauan 783 orang.

Selanjutnya, untuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah dari 2.791 orang menjadi 2.857 orang. Dari angka itu, selesai pemantauan 1.182 orang. Dan mereka (ODP) yang masih dalam pemantauan saat ini 1.675 orang

Berikutnya, kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari 1.054 orang, menjadi 1.095 orang. Selesai pengawasan untuk kasus itu bertambah dari 390 orang, menjadi 396 orang.

Masih terkait angka tersebut (PDP), jumlah orang dalam pengawasan, 664 orang. Sedangkan jumlah PDP yang meninggal bertambah dari 50 orang, menjadi 52 orang.

Namun demikian, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana kembali menjelaskan, status PDP merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI.

“Dengan meningkatnya kasus konfirmasi ini, agar menjadi perhatian kita semua untuk lebih extra waspada terhadap penyebaran Covid-19 di Kota Depok,” katanya

Sementara itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris juga mengimbau agar warga menjalankan seluruh arahan dan protokol yang dikeluarkan pemerintah.

“Stop penyebaran Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, gunakan masker kain jika terpaksa harus keluar rumah dan ikuti protokol pemerintah,” kata Idris. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here