30 Pelajar Depok Diciduk Polisi

Polisi sita barang bukti tawuran pelajar Depok beberapa waktu lalu (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Aparat kepolisian akhirnya berhasil mengamankan sebanyak 30 pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran maut hingga berujung pada kasus pengrusakan gedung SMK Izzata-Arjuna, Depok, Jawa Barat. Dari puluhan siswa tersebut, lima diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka utama.

“Para tersangka ini merupakan pelaku pembacokan juga pelaku pengerusakan sekolah,” kata Kapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah, Jumat 18 Oktober 2019

Ke-lima pelajar yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu masing-masing berinisial, AF, (17 tahun), EM (18 tahun), AD (18 tahun), RM (16) dan RK (15). Mereka merupakan siswa aktif dari dua sekolah SMK swasta berbeda di Kota Depok.

“Lima tersangka ini berasal dari dua sekolah berbeda. AF, EM dan AD pelajar SMK IZ sedangkan RM dan RK pelajar SMK KB. Kelimanya kami terapkan hukuman maksimal sebagai efek jera,” tegas Azis

Meski bakal memberikan ancaman hukuman maksimal, namun Azis mengatakan pihaknya tetap mengacu pada Undang-undang Perlindungan Anak. Karena itulah, ia pun bakal melakukan penanganan berbeda terhadap para tersangka yang terbilang masih di bawah umur itu.

“Karena pelaku masih anak anak, maka pelaku dititipkan di lembaga penempatan anak sementara,” katanya

Azis menjelaskan, untuk tersangka inisial AF, bakal diancam dengan Pasal 351 KUHP, penganiayaan yang mengakibatkan luka-luka berat, dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. Sedangkan untuk pelaku EM (18) dan AD (18), dikenanakan Pasal 80 ayat (3) UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sementara untuk dua pelaku lainnya yang berasal dari sekolah berbeda, yakni RM dan RK masing-masing dijerat dengan pasal pengrusakan fasilitas gedung sekolah. “Mereka dikenakan pasal 170 KUHP dan 406 KUHP dengan ancaman pidana penjara 7 tahun,” kata Azis.

Meski menjerat para tersangka dengan hukuman yang cukup berat, namun Azis memastikan akan mengikuti koridor hukum yang berlaku yakni berpatokan pada Undang-undang Perlindungan Anak.

“Karena pelaku masih anak anak, maka pelaku dititipkan di lembaga penempatan anak sementara,” kata Azis

Lebih jauh, Azis mengatakan, kemudian untuk puluhan pelajar lainnya yang juga turut diamankan dalam kasus ini akan menjalani pembinaan dan penyelidikan lebih lanjut.

“Sisanya sekira 25 pelajar lainnya kami jadikan saksi, karena hanya ikut-ikutan,” kata Azis.

Selain telah mengamankan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah alat bukti tindak pidana diantaranya beberapa senjata tajam jenis celurit, kemudian sejumlah batu, ban dan kayu.

Seperti diketahui, gedung belajar SMK Izzata-Arjuna diserang dan dirusak oleh segerombolan pelajar sekira pukul 05:00 WIB, pada Rabu 16 Oktober 2019. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu lantaran sekolah dalam keadaan sepi.

Dari hasil penyelidikan polisi terungkap, aksi penyerangan itu diduga dipicu aksi balas dendam usai tewasnya seorang pelajar SMK KB dalam tawuran yang terjadi Selasa 15 Oktober 2019. Hingga berita ini diturunkan, serangkaian kasus itu masih dalam pengembangan polisi. (rul)