3 Perubahan Kuku Ini Tanda Anda Pernah Terpapar COVID-19

Ilustrasi perubahan kuku. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi perubahan kuku. (Foto: Istimewa)

DepokToday – Sejumlah dampak pasca seseorang terpapar COVID-19 bisa dirasakan, seperti kabut otak, kerontokan rambut atau ruam. Selain sejumlah tanda itu, sekarang para ahli menemukan bahwa orang yang terpapar COVID-19 juga bisa mengalami perubahan pada bentuk kuku, dimana kondisi ini disebut dengan istilah nail COVID.

Melansir dari Kompas.com, kondisi ini merupakan tanda bahwa infeksi membuat tubuh stres, atau bisa jadi gejala langka dari infeksi itu sendiri, tergantung pada kondisi tubuh Anda.

Kuku COVID adalah kemungkinan efek setelah penyakit. Nail COVID bisa menyebabkan hal berikut pada kuku:

1.Garis beau
Garis Beau adalah garis yang terlihat seperti lekukan atau tonjolan yang melintang di kuku secara horizontal.

Garis beau bisa muncul setelah kerusakan kuku akibat beberapa hal seperti jari terjepit pintu. Namun, garis beau bisa muncul saat kita sedang sakit atau stres. Garis Beau adalah tanda tubuh sedang melawan penyakit sehingga tidak bisa membuat kuku baru.

Stres emosional yang parah, seperti kematian dalam keluarga atau perceraian, juga dapat menyebabkan munculnya garis Beau.

“Garis beau juga bisa terbentuk setelah terpapar COVID karena tubuh harus menjaga fungsi organ vital sehingga membuat kuku terkena dampaknya,” ucap pakar dermatologi Alok Vij.

Garis beau biasanya muncul setelah beberapa minggu kita terpapar COVID-19. Ketika kita memiliki garis beau di kuku, bisa jadi sebenarnya kita pernah terpapar virus Corona.

2.Garis bulan sabit merah
Tanda merah menyerupai bulan sabit ini muncul sekitar dua minggu setelah diagnosis COVID-19. Bentuk ini muncul tepat di atas lunula, bagian putih di dasar kuku. Menurut Vij, tanda merah menyerupai bulan sabit pada kuku ini belum pernah ditemukan pada penyakit lain.

“Dan itu hanya muncul pada orang yang memiliki diagnosis baru-baru ini. Itu sebabnya kami pikir itu bisa menjadi tanda infeksi COVID yang cukup akurat,” tambahnya.

Jika terdapat tanda tersebut pada kuku Anda, Jangan panik dan langsung saja hubungi dokter. Anda mungkin perlu menjalani tes COVID-19 dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Munculnya tanda merah di kuku bisa disebabkan oleh peradangan atau kerusakan pembuluh darah. Hal itu juga bisa berarti bahwa Anda memiliki risiko lebih tinggi mengalami pembekuan darah karena COVID.

Baca Juga: Persija Jakarta Berbagi Satu Poin dengan Persita Tangerang

3.Garis mees
Garis mees terlihat seperti garis-garis putih atau garis-garis yang melintang horizontal di sepanjang kuku. Tidak seperti garis beau, garis mees bentuknya halus dan tidak menyebabkan perubahan tekstur kuku. Garis mees adalah tanda bahwa ada sesuatu yang mengganggu pertumbuhan kuku.

Garis mees juga bisa terjadi pada penderita penyakit kronis dan jenis keracunan tertentu, seperti arsenik. Garis ini juga bisa muncul pada penderita gagal ginjal kronis. Jika garis Mees terjadi setelah COVID, Anda mungkin hanya akan melihat satu garis putih di setiap kuku. (lala/*)