2 Pejabat Hingga Penjahit Ikut Diperiksa Soal Dugaan Korupsi Damkar

Pelapor dugaan korupsi Damkar Depok, Sandi Butar Butar menyerahkan barang bukti ke jaksa. (DepokToday.com)
Pelapor dugaan korupsi Damkar Depok, Sandi Butar Butar menyerahkan barang bukti ke jaksa. (DepokToday.com)

DEPOK- Tim penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus), Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, ternyata telah memanggil dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan terkait dugaan kasus korupsi Dinas Pemadam Kebakaran atau Damkar.

“Ya kemarin ada dua PPK pekerjaan dilakukan permintaan keterangan,” kata Kasi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto dikutip pada Kamis 17 Juni 2021.

Selain dua PPK, jaksa juga telah memanggil seorang penjahit terkait dugaan kasus ini. Adapun fokus pemeriksaan yakni soal belanja sepatu dan pakaian dinas lapangan atau PDL Damkar tahun anggaran 2017-2019.

Adapun dua PPK dan satu orang penjahit yang dipanggil jaksa pada Rabu 16 Juni 2021, masing-masing berinisial WN (Kabid PO/PPK 2019), ASA (PPK 2017/2018) dan DS (penjahit 2019).

“Permintaan terhadap ketiga orang tersebut adalah permintaan keterangan lanjutan pada pemeriksaan sebelumnya. Hal ini bisa saja dilakukan karena jaksa penyelidik butuh keterangan untuk menentukan hasil penyelidikan,” jelas Herlangga.

Sebelumnya, Tipidsus juga telah memeriksa Kepala Dinas Damkar Depok, Gandara Budiana bersama enam orang lainnya pada Selasa 15 Juni 2021.

Kronologi Dugaan Kasus Korupsi Damkar Depok

Untuk diketahui, kasus itu kali pertama mencuat karena aksi protes Sandi Butar Butar, pegawai honorer di dinas tersebut. Sandi menyebut ada dugaan korupsi pada Dinas Damkar dan memohon agar Presiden Joko Widodo untuk turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

Baca Juga: Dua Bulan Berlalu, Kejaksaan Belum Bisa Bongkar Kasus Korupsi Damkar, Ini Alasannya

Adapun hal yang jadi sorotan dalam kasus ini adalah soal pengadaan sepatu dinas atau PDL dan dugaan pemotongan dana insentif penanggulangan COVID-19.

Tak lama setelah unggahan tersebut viral, Sandi kemudian membuat laporan secara resmi. Belakangan, kasus itu juga jadi sorotan Polres Metro Depok. (rul/*)