2 Anaknya Putus Sekolah, Terdakwa Hoax Babi Ngepet Disemprot Hakim

Adam Ibrahim, terdakwa hoax babi ngepet menjalani sidang perdananya. (DepokToday.com)
Adam Ibrahim, terdakwa hoax babi ngepet menjalani sidang perdananya. (DepokToday.com)

DepokToday- Terdakwa kasus penyebar berita bohong babi ngepet, Adam Ibrahim kembali mengakui penyesalannya di hadapan hakim Pengadilan Negeri Depok dalam sidang yang berlangsung pada Selasa 2 November 2021.

Dengan nada melas Adam mengatakan, akibat kasus ini dua anaknya terpaksa putus sekolah, dan adiknya tak bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Ia menyebut, dirinya adalah satu-satunya tulang punggung keluarga.

“Saya punya 2 anak. Sekarang mereka putus sekolah karena saya yang biayain semua,” katanya sambil tertunduk lemas, dikutip pada Rabu 3 November 2021.

Baca Juga: Gegara Tiru ‘Salam dari Binjai’ Pohon Pisang Sekebun Rusak, Petani Gagal Panen

Sebelum terjerat masalah pidana akibat hoax babi ngepet, Adam mengaku sehari-harinya adalah pembuat kandang ternak. Kini, setelah ia meringkuk dibalik jeruji besi, ekonomi keluarga jadi terseok-seok.

Adam pun kembali meminta maaf karena telah membuat kegaduhan atas berita bohong penangkapan babi ngepet.

“Saya mohon ampun kepada Allah SWT karena semua keluarga saya, anak saya yang menjadi korban atas ulah saya,” tuturnya.

Hoax Babi Ngepet Bikin Malu Seumur Hidup

Sejak dinyatakan bersalah dan akhirnya menjalani proses hukum, Adam mengaku dirinya banyak merenung dan kerap menunaikan shalat taubat. Ia juga sudah meminta maaf kepada empat orang yang dimintanya untuk telanjang saat menangkap babi ngepet.

“Saya minta maaf dan di polsek juga sampai saat ini saya tidak pernah berhenti yang namanya solat sunnah taubat, segala macem,” ujarnya.

“Demi Allah, Demi Rasulullah saya tidak akan mengulangi hal ini. Setelah ini saya akan hijrah,” sambungnya.

Baca Juga: Ditantang Duel Bandit, Tim Jaguar Akhirnya Batal Dibubarkan

Terkait hal itu, hakim mengatakan kepada Adam jika segala perbuatan akan tercatat dalam sejarah hidupnya dan itu harus diluruskan.

“Sampai anak cucunya akan tahu cerita itu. Kakekmu bugil berempat. Itu yang harus diluruskan. Akibat instruksi saudara (terdakwa), yang tidak sesuai faktanya, korban pada mereka,” ujar hakim. (rul/*)