2.086 Warga Maybrat Mengungsi Sejak Ketegangan OPM dan TNI Meningkat

Ilustrasi TNI buru OPM (Foto: Istimewa)
Ilustrasi TNI buru OPM (Foto: Istimewa)

DepokToday- Sekira 2.086 warga dari 10 kampung masih mengungsi usai serangan di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Kondisi ini terjadi sejak memanasnya skala militer antara TPNPB-OPM dengan TNI-Polri.

Informasi itu diungkapkan Tim Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Pengungsi Maybrat yang mengaku baru-baru ini mendokumentasikan kondisi di sana pada Sabtu 11 September 2021.

“Para warga sipil itu mengungsi ke 10 lokasi berbeda yang tersebar di Kabupaten Maybrat, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Bintuni, maupun kota dan Kabupaten Sorong,” kata salah satu anggota Tim Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Pengungsi Maybrat, Yohanis Mambrasar dikutip dari law-justice.co pada Senin, 13 September 2021.

Baca Juga: Asal Usul Pesugihan, Berawal dari Kecemburuan Sosial Hingga Ritual Tumbal Zaman VOC

Dalam keterangan itu juga disebutkan, operasi pengejaran TNI-Polri terhadap OPM telah membuat 2.086 warga dari 10 kampung yang tersebar di lima distrik mengungsi.

Pasukan TPNPB-OPM. Foto Facebook TPNPB-OPM
Pasukan TPNPB-OPM. Foto Facebook TPNPB-OPM

Adapun Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Pengungsi Maybrat itu terdiri dari Keuskupan Manokari Sorong (KMS), Kesekertarian Perdamaian dan Keutuhan Cipta Sinode Gereja Kristen Injili di Tahan Papua (KPKC Sinode GKI Papua).

Kemudian, Sekertarian Keadilan dan Perdamaian Keutuhan Cipta Ordo Santo Agustinus (SKPKC OSA), Perkumpulan Advokat HAM Papua (PAHAM Papua), Kontras Papua, Dewan Adat Papua Wilayah III Doberai (DAP Wilayah III Doberai).

TNI Buru OPM

Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i Kisor Raya (IPPMKR), Pemuda Adat Papua Wiyah III Doberai (PAP Wilaya III Doberai), Aliansi Masyarakat Adat Nasional Sorong Raya (Aman Sorong Raya), dan Ikatan Pemuda Pelajar serta Mahasiswa/I Ayosami (IPPMA).

Menurut Yohanis Mambrasar, proses pendokumentasi ini dilakukan melalui wawancara langsung para korban yang ditemui.

“Para warga yang mengungsi terdiri dari warga biasa, kepala kampung, dan pimpinan gereja setempat,” tuturnya.

Baca Juga: Aksi Menegangkan 4 Prajurit TNI Sergap KKB di Tengah Sungai

Proses investigasi yang dilakukan koalisi itu, baik dengan memantau pengungsi, analisis dokumen, dan riset media dilakukan pada kurun waktu 4 hingga 10 September 2021.

Tim Koalisi menyimpulkan penyerangan Pos Koramil di Kampung Kisor dilakukan oleh TPNPB-OPM. (rul/*)