15 Persen Kasus COVID Menyerang Anak Depok

Dinkes Depok bersama sejumlah pihak meninjau kesiapan mall di tengah wabah COVID-19. (DepokToday.com)
Dinkes Depok bersama sejumlah pihak meninjau kesiapan mall di tengah wabah COVID-19. (DepokToday.com)

MARGONDA- Dari 23,729 total kasus  COVID-19 di Kota Depok, sebanyak 15 persen di antaranya adalah anak-anak. Kondisi tersebut telah menyedot perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI.

Kasus terbaru dialami oleh sejumlah anak di salah satu panti asuhan di wilayah Kecamatan Pancoran Mas. Dilokasi itu, dari 45 penghuni panti, sebanyak 43 orang dinyatakan positif COVID-19 dengan kondisi tanpa gejala atau yang kerap disebut OTG.

Sisanya, untuk dua orang yang dinyatakan negatif dilakukan isolasi mandiri terpisah.

“Tempatnya akan dicarikan oleh satgas kecamatan, jadi dipisah dari mereka yang melakukan isolasi di panti asuhan,” ucap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Jumat 22 Januari 2021

Baca Juga: Perangi COVID di Depok, Aksi Jaksa Muda Ini Bikin Terenyuh   

Kasus ini telah mendapat perhatian KPAI, demikian pula untuk kasus-kasus lainnya yang menimpa anak di Kota Depok.

“Dari persentase yang terpapar COVID untuk kategori usia anak-anak itu lebih kurang 15 persen dari total kasus,” katanya

KPAI telah menanyakan terkait dengan langkah-langkah yang diambil oleh Satgas COVID-19 Kota Depok, dan dalam hal ini juga Dinas Sosial, karena terkait dengan panti asuhan.

“Untuk bantuan dari KPAI sampai saat ini belum, iya baru menanyakan informasi saja, tapi mudah- mudahan saja karena kita juga sudah melakukan langkah-langkah termasuk juga DPAPMK,” jelas Dadang

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemerintah Kota Depok sudah menurunkan tim psikologi untuk menjaga psikis anak-anak panti yang terpapar virus berbahaya tersebut.

“Demikian pula pada saat kejadian cluster-cluster di pesantren yang menimpa anak-anak pesantren,” ujarnya

Dadang mengungkapkan, rata-rata anak yang terpapar COVID-19 di Kota Depok berusia dibawah 17 tahun.

Pendampingan psikologi dinilai penting untuk membangkitkan motivasi, dan memacu gairah anak agar selalu berpikir positif, sehingga imunitas tubuhnya juga meningkat.

“Jadi lebih kepada pendampingan psikolog untuk meningkatkan imun melalui kondisi kejiwaan ataupun kondisi psikis,” paparnya

Dadang memastikan, dari hasil pemeriksaan sampai saat ini belum ada laporan yang mengalami gangguan psikis.

“Kalau was-was itu mungkin wajar karena setiap orang ketika terkena musibah itu terjadi seperti itu, jadi inilah makanya fungsi kita bagaimana pemerintah hadir dalam menyediakan layanan itu.”

Ia menambahkan, pendampingan psikologi ini tidak hanya untuk mencegah adanya ganguan psikis akibat COVID.

“Jadi tidak hanya healing terhadap kasus COVID-19 tapi juga dilakukan pendampingan kepada anak-anak yang sulit belajar daring saat ini, kan menimbulkan tingkat stres juga,” ujarnya

Untuk diketahui, penyebaran COVID-19 di Depok sampai kini masih cukup tinggi. Bahkan, salah satu kota penyanggah Jakarta itu belum juga terbebas dari zona merah.

Berdasarkan data pemerintah setempat, angka kasus terkonfirmasi positif di kota itu sampai dengan hari ini telah mencapai sebanyak 23.729 orang, pasien aktif 4.693 orang, sembuh 18.508 orang, dan meninggal dunia mencapai 528 orang. (rul/*)