100 Jurnalis di Depok Negatif Corona

Rapid test di Depok (istimewa)

MARGONDA- Sebanyak 100 jurnalis yang sempat menjalani rapid test (pemeriksaan cepat) virus Corona (Covid-19) di Rumah Sakit Bunda, Margonda, Depok, akhirnya bisa sedikit bernafas lega lantaran dinyatakan terbebas dari virus Corona.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Humas RS Bunda, Margonda Depok, Mawar. Ia menegaskan, hasil rapid test telah keluar secara resmi dan seluruh wartawan yang mengikuti rapid test menunjukan hasil negatif Corona.

“Semua negatif, tapi itu belum akurat. Karena sebetulnya aturannya 10 hari harus diulang,” katanya saat dikonfirmasi pada Kamis 9 April 2020.

Terkait hal itu, Mawar pun menyarankan agar ada pemeriksaan lanjutan.

“Hasilnya memang negatif tapi sarannya itu 10 hari diulang dan kalau misalnya ada yang postif disarankan untuk konsultasi ke dokter untuk tindakan lebih lanjut lagi.”

Mawar menjelaskan, rapid test hanya untuk screaning dan belum bisa dinyatakan akurat. “Kan sebenarnya ada pemeriksaan yang lebih tinggi, yakni PCR.”

Namun sayangnya, untuk biaya PCR cukup mahal dan itu tidak ditanggung oleh BPJS.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kota Depok, Rina Ratna Purnama mengaku bersyukur dengan adanya hasil sementara itu.

“Alhamdulillah ini sangat bermanfaat bagi kami, dan ini menjadi semacam semangat tambahan bagi teman-teman karena tidak ada yang terjangkit Covid-19,” katanya di dampingi wartawan Republika, Rusdi Nurdiansyah

Rina mengungkapkan, ide rapid test ini didukung oleh Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna dan pihak Rumah Sakit Bunda, Margonda.

“Alhamdulillah teman-teman wartawan yang berrtugas di Depok maupun berdomisili di Depok ini sangat antusias melakukan rapid test. Ini adalah bentuk perhatian yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi kami para awak media,” katanya

Rina mengatakan, rapid tes sangat perlu dilakukan oleh para jurnalis, karena termasuk dalam kelompok orang yang rentan terpapar lantaran berada di lapangan dan bertemu dengan berbagai nara sumber.

“Kalau menurut saya ini penting karena banyak dari kami yang tetap bekerja di lapangan, meski ada juga yang bekerja dari rumah. Sehingga wajib bagi kami menjalani rapid test ini,” ucapnya

Lebih lanjut wanita yang bertugas di Harian Sindo ini tak menampik jika profesi tersebut memiliki resiko yang cukup tinggi. Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna yang turut hadir dalam kegiatan ini pun mengaku bersyukur dengan hasil sementara itu.

“Insya Allah ini adalah dalam rangka berbuat untuk kebaikan, dan alhamdulillah semua hasilnya negatif. Semoga ini bisa menjadi penyemangat  bagi teman-teman yang sedang menjalankan fungsi dan tugasnya dalam mengawal pekerjaan, khususnya di Pemerintahan Kota Depok,” tuturnya

Lebih lanjut Pradi mengatakan, jurnalis sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi memiliki peran yang cukup penting dalam percepatan penanganan Covid-19, khususnya di Kota Depok.

“Tolong supportnya juga dalam pemberitaan bahwa penyakit ini bisa disembuhkan, dan juga tetap waspada dalam bertugas.” (tdr/*)