10 Rumah Sakit di Depok Ini Khusus Tangani Covid-19

0
282
Wali Kota Depok, Mohammad Idris (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah menetapkan 10 rumah sakit di wilayah Depok sebagai rumah sakit khusus penanganan Covid-19. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penanganan pandemi tersebut.

Adapun 10 rumah sakit yang telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di antaranya adalah, RS Puri Cinere, RS Hermina, RS Sentra Medika, RS Universitas Indonesia, RS Bunda Margonda, RSUD, RS Bhayangkara, RS Meilia, RS Tugu Ibu, dan RS Mitra Keluarga.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris menyebutkan, khusus untuk RSUD Depok, layanan kesehatan non Covid-19 akan dialihkan ke rumah sakit swasta.

“Layanan rawat inap khusus penyakit non (yang bukan) Covid-19 untuk sementara waktu tidak bisa dilakukan, namun untuk konsultasi masih bisa dilakukan dengan sistem jarak jauh,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris pada Senin 4 Mei 2020

Selain itu, lanjut Idris, RSUD Deopk juga sudah tidak lagi menerima layanan pengobatan untuk poli gigi dan THT sehingga masyarakat dipersilahkan untuk melakukan pengobatan di rumah sakit lain.

“Kalau untuk konsultasi boleh, bagi dokter pribadinya.”

Sementara itu, Direktur Utama RSUD, Devi Maryori menjelaskan, tidak semua layanan selain Covid-19 ditiadakan.

“Layanan poli tertentu, seperti jantung dan penyakit kronis lainnya masih bisa diupayakan untuk dirawat. Hal ini menyangkut dengan tingginya biaya pengobatan untuk penyakit jantung di rumah sakit swasta,” tuturnya

Selain itu, lanjut Devi, untuk kasus kecelakaan dan persalinan masih bisa ditangani di RSUD.

“Oleh karena itu poli-poli kami masih ada untuk melayani pasien, jadi untuk rawat jalan masih ada beberapa. Tapi untuk rawat inap sudah kami fungsikan untuk Covid-19,” katanya.

Devi menambahkan, dengan adanya putusan gubernur, maka Minggu depan RSUD Depok sudah tidak menerima layanan rawat inap lantaran SK sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 baru diterima Minggu ini.

“Tidak menerima itu rawat inap ya, rawat jalan masih karena kondisi di lapangan. Bisa saja untuk poli dibatasi harinya, kayak penyakit kulit, kulit kelamin, dan skiatri itu enggak terlalu urgen kita kurangi jam operasionalnya.” (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here