10 Napi Rutan Depok Diizinkan Pulang ke Rumah Usai Dapat Asimilasi

Sejumlah napi Rutan Depok mendapat program asimilasi dari Kemenkum HAM. (DepokToday.com)
Sejumlah napi Rutan Depok mendapat program asimilasi dari Kemenkum HAM. (DepokToday.com)

DEPOK- 10 orang narapidana yang mendekam di Rumah Tahanan Negara atau Rutan Kelas I Depok mendapat program asimilasi atau bebas bersyarat pada Jumat 23 Juli 2021. Kebijakan ini terkait dengan upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Seperti diketahui, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) kembali memperpanjang pemberlakuan program asimilasi di rumah bagi narapidana dan anak didik pemasyarakatan (Andikpas).

Peraturan ini tertuang dalam Permenkumham Nomor 24 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 32 Tahun 2020 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat (PB), cuti menjelang bebas (CMB) dan cuti bersyarat (CB) bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19.

Terkait peraturan Menteri ini, Rutan Kelas I Depok memberikan program asimilasi kepada 10 orang narapidana.

Baca Juga: Bikin Haru, Petugas Rutan Depok Patungan Beli Sembako untuk Warga Terdampak COVID

Data yang dihimpun menyebutkan, selain berkelakuan baik dan bukan napi dalam kasus berat, untuk mendapat program tersebut ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh narapidana.

Keputusan itu menyesuaikan perubahan yang dilakukan pada Pasal 11 ayat (3) huruf d terkait narapidana penerima asimilasi dan Pasal 45 terkait perluasan jangkauan penerima asimilasi, PB, CMB, dan CB.

Kemudian, bagi narapidana anak yang semula berlaku pada narapidana yang 2/3 masa pidananya dan anak yang 1/2 masa pidananya sampai dengan 30 Juni 2021, kini diperpanjang sampai dengan 31 Desember 2021.

Di Rumah Tahanan Kelas I Depok, kegiatan pemberian program asimilasi itu dipimpin oleh Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Marhadi Kusumah serta didampingi staf Yantah.

Asmilasi Rutan Depok Gratis

Prosesi penyerahan asimilasi berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat.

“Adapun tujuan dari program asimilasi ini yaitu sebagai upaya penanganan lanjutan dalam mencegah seoptimal mungkin  penyebaran dan penularan virus COVID-19,” katanya dikutip pada Sabtu 24 Juli 2021.

Permenkumham No.24 Tahun 2021 ini tidak hanya berkaitan dengan perpanjangan asimilasi di rumah, namun juga terkait dengan perubahan rujukan regulasi terbaru dan perluasan jangkauan penerima hak integrasi dan asimilasi di rumah.

“Terkait pelaksanaan program asimilasi ini, Rutan Kelas I Depok selalu mengimbau kepada masyarakat terutama keluarga warga binaan, bahwa asimilasi ini tidak dipungut biaya alias terbilang gratis,” ucap Marhadi dalam keteragan tertulisnya.

“Semoga dengan adanya kegiatan asimilasi ini, para WBP (warga binaan pemasyrakatan) diharapkan banyak belajar tentang sosial lingkungan agar mereka nantinya dapat di terima kembali di tengah – tengah masyarakat serta memberikan kontribusi positif  bagi masyarakat,” timpalnya lagi. (rul/*)