1.600 Calon Jamaah Haji Depok Gagal Berangkat Tahun Ini

Proses persiapan keberangkatan calon jamaah haji Depok. Foto diambil sebelum pandemi COVID-19. (Depoktoday.com)
Proses persiapan keberangkatan calon jamaah haji Depok. Foto diambil sebelum pandemi COVID-19. (Depoktoday.com)

DEPOK- Kantor Kementerian Agama atau Kemenag mencatat, sebanyak 1.600 orang calon jamaah haji asal Depok diperkirakan batal berangkat ke tanah suci pada tahun ini. Kebijakan tersebut terkait dengan putusan pemerintah Arab Saudi dan Indonesia karena dampak pandemi COVID-19.

Kepala Kantor Kemenag Kota Depok, Asnawi menjelaskan, 1.600 orang itu adalah daftar calon jamaah haji yang gagal berangkat pada 2020.

“Tahun ini kalau memang ada pemberangkatan rencananya adalah yang jamaah haji Tahun 2020 yang sudah lunas sekira 1.600-an orang,” katanya, Kamis 3 Juni 2021.

Asnawi menyebut, mereka adalah calon jamaah haji yang telah melunasi pembayaran namun belum menarik kembali uang pendaftaran.

“Hanya ada beberapa orang saja yang ambil (tarik uang kembali),” jelasnya.

Asnawi menegaskan, dengan adanya pembatalan itu maka calon jemaah haji bisa mengambil uang yang telah dibayarkan.

“Kalau diambil seluruhnya kan tahun 2020 diputuskan Rp 35 juta-an. Kalau seandainya diambil uangnya secara keseluruhan maka artinya membatalkan haji.”

Tapi kalau diambil hanya sebagian maka belum bisa disebut batal.

“Kan pokoknya Rp 25 juta waktu dia mendaftar, kalau yang Rp 10 juta diambil itu boleh diambil tapi dia tidak membatalkan pelaksanaan hajinya,” tutur dia.

Baca Juga: 1.646 Warga Depok Batal Naik Haji, Sebagian Minta Uang Kembali

Sama seperti kebanyakan calon jamaah, Asnawi pun mengaku prihatin dengan putusan pemerintah.

“Pesan saya tetap sabar karena memang ini semata bukan kehendak kita, dan bukan negara kita saja tetapi juga negara seluruh dunia karena COVID-19.”

Doa untuk Jamaah Haji Depok

Selain hanya bisa pasrah, Asnawi juga mengajak semua pihak tetap memanjatkan doa agar pelaksanaan ibadah haji bisa kembali normal.

“Saya terus terang saja memang sangat memahami kondisi psikologi jamaah, terlebih jaemaah yang tua karena sudah 2 tahun tertunda untuk ibadah haji, kami paham dampaknya. Kami juga turut mendoakan.”

Intinya, kata Asnawai, pihaknya sudah siap dengan segala proses pelaksanaan haji namun takdir berkata lain.

“Kami sudah siap semua, tapi Allah berkehendak lain. Ini merupakan keputusan terbaik karena menjaga kesehatan dan nyawa itu lebih utama,” katanya. (rul/*)